Arsip Bulanan: Desember 2015

10 Negara yang Dikunjungi Eric Weiner untuk Mencari Penduduk Negara Manakah yang Paling Bahagia dalam Bukunya: The Geography of BLISS (bag. I)

Perjalanan itu bersifat pribadi. Kalaupun aku berjalan bersamamu, perjalananmu bukanlah perjalananku. –Paul Theroux

Eric Weiner, dalam bukunya yang berjudul The Geography of BLISS menceritakan bahwa dia telah mengunjungi berbagai di dunia selama setahun hanya untuk mencari penduduk negara manakah yang paling bahagia. Keinginan yang terbit saat dia masih kecil dengan sahabatnya yang bernama Drew akhirnya terwujud saat dia menjadi jurnalis. Dia mengamati bagaimana kehidupan orang-orang yang tinggal negara-negara berpenduduk bahagia (menurutnya) dan juga Negara-negara yang terkenal dengan kekacauanya, atau negara yang kondisinya diragukan untuk membuat penduduknya bahagia.

bliss
Buku yang ditulis oleh Eric Weiner yang berjudul “The Geography of BLISS”

Mungkin jika tinggal di negara yang kaya seperti Uni Emirat Arab dapat membuat penduduknya bahagia, atau mungkin kebahagiaan adalah milik penduduk negara yang sangat demokratis. Apakah penduduk yang tinggal di negara yang jauh dari era globalisasi tidak bahagia? Itu beberapa pertanyaan yang sering munul dibenak sang penulis.

Sang penulis menceritakan berbagai pengalaman saat mengunjungi 10 negara di berbagai belahan dunia dan menarik kesimpulan tentangnya dalam bukunya “The Geography of BLISS” ini. Berikut 4 dari 10 negara yang telah dikunjungi dan disurvei kebahagiaan penduduknya oleh Eric Weiner (6 negara lainnya akan diposting pada bagian II) :

  1. Belanda: Kebahagiaan Adalah Angka

Di Negara ini, sang penulis mengunjungi seorang professor yang telah lama melakukan penelitian tentang kebahagian yang bernama Ruut Veenhoven. Dari sinilah sang penulis meminta data-data penelitian yang terdiri dari delapan ribuan penelitian dan makalah riset dan data-data tersebut menjadi bekal Eric untuk menentukan Negara mana yang akan dikunjungi.

Penduduk Belanda adalah orang-orang yang bahagia menurut penelitian tersebut. Mereka sangat toleran terhadap segala sesuatu bahkan ketidak-toleransian. Toleransi menimbulkan kebebasan tentu saja. Saking bebasnya, sang penulis dapat menemukan kafe ganja di Belanda dengan mudah. Mungkin toleransi dan kebebasan adalah sumber kebahagiaan penduduk Belanda, tapi sangat toleran bisa dengan mudah bergeser pada ketidakpedulian, dan itu sama sekali tidak menyenangkan, yak an?

  1. Swiss: Kebahagiaan Adalah Kebosanan

Sang penulis mengunjungi Jenewa saat di Swiss. Banyak orang yang beranggapan Jenewa adalah tempat yang bagus untuk tinggal, tetapi orang-orang tak ingin mengunjunginya, kenapa? Karena tempat ini sangat membosankan, begitulah menurut pendapat orang-orang.

Benarkah membosankan? Sang penulis mencoba mencari tahu bagaimana Jenewa bisa sangat membosankan. Orang-orang Swiss sangat tertata, mungkin seperti para prajurit Swiss pada umumnya. Mereka tak suka bercanda, teratur , bahkan tak ada lubang sama sekali dijalanan Swiss. Karena mereka sangat serius, orang Swiss bisa dikatakan sebagai penduduk yang kurang bahagia. Orang Swiss akan tertawa ketika mereka mendengar bahwa orang Swiss adalah penduduk yang bahagia, mereka tidak berpikir begitu. Orang Swiss sangat membosankan bagi sang penulis, tapi tentu saja mereka menganggap bahwa kebosanan adalah kebahagiaan.

  1. Bhutan: Kebahagiaan Adalah Kebijakan

Bhutan adalah tempat yang baik. Disini, angka 13 adalah angka kemujuran. Orang-orang disini terkenal bijak, suka berdoa dan selalu kelihatan bahagia. Merokok dilarang di Bhutan, penjualan tembakau apalagi. Rahib lebih banyak daripada tentara, bahkan angkatan bersenjata mereka memproduksi sebagian besar minuman keras di negara tersebut. Mungkin mereka berpikir lebih damai jika penduduknya membuat minuman keras daripada berperang.

Bhutan adalah negara melawan kecerendungan di sebagian besar negara berkembang yang menampakkan kemegahan diluar tetapi biasa saja didalam. Disini, bangunan-bangunan tampak biasa saja dibagian luar, tapi kamu akan terkejut ketika mengetahui betapa megahnya didalam saat kamu memasukinya.

Selama disana, sang penulis belajar banyak hal tentang ketenangan, sang penulis menyimpulkan bahwa orang-orang Bhutan memang bahagia!!

  1. Qatar: Kebahagiaan Adalah Menang Lotre

Qatar adalah Negara yang kaya. Sumber kebahagiaan penduduk Qatar adalah uang. Penulis menemukan hampir seluruh penduduk Qatar kaya raya, kecuali yang bukan orang Qatar tentu saja.

Qatar hampir tidak memiliki sejarah, diceritakan bahwa penduduk Qatar menemukan lading minyak bumi di Negara mereka dan BUMM!! Dalam sekejap mereka menjadi penduduk terkaya, gedung-gedung megah segera dibangun. Hampir semua yang termewah dan termegah ada di Qatar.

Penduduk Qatarsuka sekali bersantai di kafe, suka memacu mobil mereka dengan kecepatan yang sangat tinggi (ugal-ugalan dijalan) dan selalu membawa ‘bolpoin mewah’ disaku mereka.

Uang adalah salah sat sumber kebahagiaan, penduduk Qatar merasa bahagia dengan berlimpahnya uang dinegara mereka. Tapi sangat disayangkan mereka hampir tak punya sejarah. Apakah tidak memiiki sejarah dapat membuat mereka tidak bahagia? Bisa saja.

Hal-hal diatas adalah sebagian kecil dari petualangan sang penulis. Masih ada 6 negara lagi yang dikunjungi Eric Weiner yang belum saya tulis disini (akan saya tulis pada bagian II). Jika ingin tahu lebih lengkap, silahkan membaca bukunya. Berikut detail bukunya:

Judul     : The Geography of BLISS: Kisah Seorang Penggerutu yang berkeliling Dunia Mencari Negara Paling Membahagiakan

Penulis : Eric Weiner

Penerbit: Qanita, Mizan Pustaka Grup (versi Bahasa Indonesia)

Tahun   : 2014

Isi            : 532 halaman

ISBN      : 979-602-1637-22-7