Arsip Kategori: Sejarah Islam

5 Alasan Mengapa Islam Turun di Makkah, Arab Saudi

makkah

Makkah atau Makkah al-Mukarrahmah berjarak 200 km dari Madinah yang terletak di gurun pasir tandus di Jazirah Arab. Jazirah Arab merupakan daerah gurun pasir yang tiga sisinya berbatasan langsung dengan perairan, yaitu teluk Oman dan teluk Persi di sebelah timur, samudra Hindia di sebelah selatan, dan laut Merah di sebelah barat. Kota Makkah terletak di lembah sempit yang dikelilingi banyak gunung yang tandus dengan ka’bah sebagai pusatnya.

Mata pencaharian penduduk kota Makkah cukup beragam walaupun terletak didaerah tandus, yaitu berternak yang tinggal berpindah-pindah untuk mencari lembah yang subur, berdagang yang dilakukan oleh penduduk di pusat kota Makkah, dan bertani dilakukan oleh penduduk yang tinggal di daerah subur seperti Thaif.

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa Makkah adalah yang tandus, jauh dari pusat-pusat peradaban agama samawi yang turun sebelum Islam seperti  Yahudi dan Nasrani dan kebanyakan penduduknya tidak tinggal menetap disuatu tempat. Jadi mengapa Islam turun dikota Makkah? Menurut Graham Fuller, dalam bukunya yang berjudul Apa Jadinya Dunia dalam Islam? ada beberapa alasan yang mendasari kota Makkah terpilih menjadi kota tempat turunnya Islam, yaitu:

  1. Makkah merupakan pusat perniagaan d Timur Tengah zaman dahulu. Kota Makkah terletak di rute dagang laut Merah – Suriah

Makkah menjadi kota penghubung rute perdagangan antara benua Afrika dan Asia. Para kafilah Arab membawa minyak wangi, kemenyan, kain sutra, barang logam dan sebagainya dari Yaman ke Syam, dan kembali ke Makkah dengan membawa gandum, minyak, zaitun, beras, jagung, dan tekstik dari Mesir. Jadi sebelum bangsa Eropa menjelajah Afrika, bangsa Arab telah lebih dahulu  memiliki hubungan dagang dengan bangsa Afrika.

  1. Makkah merupakan pusat peradaban tertua di Timur Tengah.

Kota Makkah diperkirakan merupakan kota bangsa Semit berasal. Kata “Semit” adalah sebuah kata sifat yang berasal dari nama Sem (Shem), salah satu dari tiga putra Nuh dalam Alkitab  (Kejadian 5:32; 6:10; 10:21). Bangsa-bangsa Semit tersebar diseluruh Jazirah Arab seperti Akkadia (Babilonia/Asyur), Kasdom, Aram (Arab/Suryani), Ugarit, Ibrani (Israel), Sheba (Saba), Thamud, Lihyan, Nabath, dan lain-lain.

  1. Sebagian besar peribadatan terpusat di Ka’bah.

Ka’bah adalah tempat ibadah (Bait Suci yang sekarang disebut Baitullah) yang pertama kali berdiri di muka bumi, didirikan oleh Nabi Ibrahim AS pada tahun 2000 SM yang kemudian menjadi tempat beribadah beberapa bangsa disekitarnya.

Sebelum Islam datang, Ka’bah penuh dengan berhala-berhala, ratusan patung dewa-dewi dan bahkan patung-patung bunda Maria dan Yesus. Orang-orang melakukan ritual peribadatan dengan cara membawa berhala yang mereka anggap suci dan meninggalkannya disekitar Ka’bah. Mereka juga mengelilingi Ka’bah dalam keadaan telanjang. Karena banyaknya orang yang beribadah di Ka’bah, maka kota Makkah menjadi kota yang sering dijadikan tempat ziarah.

  1. Suku-suku di Arab sangat menjunjung tinggi kepentingan keluarganya

Suku-suku Arab  di kota Makkah sangat menjunjung tinggi martabat dan kepentingan keluarga atau sukunya, mereka rela berperang untuk membela martabat keluarganya. Sehingga ketika Nabi Muhammad SAS pertama kali menyebarkan Islam, kaum kafir Quraisy yang sangat membenci Beliau tidak berani menyakiti karena takut membuat Bani Hasyim marah. Bahkan ketika para kaum kafir Quraisy berencana membunuh Nabi Muhammad, mereka mengumpulkan pemuda-pemuda terkuat dari berbagai suku di Makkah agar Bani Hasyim tidak bisa balas dendam hanya ke satu suku saja.

  1. Karena do’a dari Nabi Ibrahim AS

Nabi Ibrahim AS adalah orang pertama yang membangun Ka’bah secara fisik. Beliau juga menempatkan istrinya, Hajar dan anaknya Nabi Ismail AS pertama kali di Makkah sehingga kota tersebut menjadi pusat peribadatan. Sebelum Nabi Ibrahim AS meninggal, Beliau melantunkan doa yang termaktub dalam Q.S. Al-Baqarah ayat 126 – 129:

Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa: “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini, negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezeki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman diantara mereka kepada Allah dan hari kemudian. Allah berfirman: “Dan kepada orang yang kafirpun Aku beri kesenangan sementara, kemudian Aku paksa ia menjalani siksa neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali”.

Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): “Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”

Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) diantara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadat haji kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.

Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka sesorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab (Al Quran) dan Al-Hikmah (As-Sunnah) serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.

(Q.S. Al Baqarah 2 : 126 – 129)

Dalam sejarah kuno, Nabi Adam dan Hawa diturunkan dari surga ke bumi dan dipertemukan di Jabal Nur, salah satu bukit di kota Makkah. Pasti ada alasan spiritual lain yang membuat Allah SWT menempatkan Baitullah di kota Makkah, wallahu a’lam.

Referensi:

  • Apa Jadinya Dunia Tanpa Islam? Sebuah Narasi Sejarah Alternatif oleh Graham E. Fuller tahun 2010 diterbitkan oleh Mizan
  • Wikipedia
  • dari berbagai sumber

 

Perbedaan antara Masjidil Aqsa dan Dome of Rock?

Jika kalian mengetik Masjidil Aqsa pada search pencarian Google, maka akan ditampilkan banyak gambar bangunan seperti ini:

masjidaqsa

Kebanyakan hasil pencarian menampilkan sebuah Masjid berkubah emas dengan bentuk oktagonal, padahal itu bukan masjidil Aqsa tetapi itu adalah Dome of Rock, tempat suci yang dibangun oleh khalifah Abdul Malik pada masa Dinasti Ummayah menaklukkan Yerusalem. Berikut deskripsi dari keduanya:

Masjidil AQSA

Merupakan kompleks masjid yang didirikan oleh khalifah Umayyah Abdul Malik bin Marwan dan diselesaikan oleh putranya Al-Walid pada tahun 705 M. Masjidil Aqsa merupakan perkembangan dari  rumah ibadah kecil yang didirikan oleh Umar bin Khattab pada saat penaklukan Islam pertama di Yerusalem.

alaqsa
Masjid Al-Aqsa, Yerusalem

Kompleks Masjidil Aqsa lebih dikenal dengan Al-Haram Asy Syarif yang artinya “tanah suci yang mulia” oleh orang Islam dan “Bait Suci” oleh orang Yahudi. Terdapat batu suci didalamnya yang sering disebut Baitul Maqdis oleh orang Islam.  Pada zaman Rasulullah, Masjid ini masih berupa Kuil (Temple Mount) yang merupakan tempat suci kaum Yahudi dan Nasrani.

Terdapat dua bangunan pada kompleks Al-Haram Asy Syarif, yaitu Masjidil Aqsa itu sendiri dan Dome of Rock atau lebih dikenal dengan Kubah Shakhrah. Nah Dome of Rock inilah yang sering salah disebut sebagai Masjidil Aqsa oleh masyarakat global.

Dome of Rock (Kubah Batu)

Dome of Rock merupakan kubah batu berwarna emas yang berbentuk oktagonal yang dibangun oleh khalifah Abdul Malik pada masa Dinasti Ummayah. Awalnya Khalifah Abdul Malik membangun Dome of Rock terlebih dahulu di kompleks Al-Haram Asy Syarif dan  kemudian putranya, Walid membangun Masjidil Aqsa. Sebenarnya Dome of Rock bukanlan sebuah masjid, tetapi sebuah tempat suci. Bentuknya yang oktagonal mengingatkan kita pada Wisma Martir Kristen, bentuk kubahnya menyerupai Hagia Sophia di Konstantinopel (Istanbul sekarang) dan Kuburan Suci, sedangkan jalannya yang melingkar mengingatkan kita pada thawaf yaitu berjalan mengelilingi Ka’bah di Mekkah saat beribadah Haji atau Umrah.

dome of rock
Masjid Al-Aqsa, Yerusalem

Dome of Rock terletak sekompleks dengan Masjidil Aqsa. Sebenarnya bangunan ini tidak berfungsi sebagai tempat ibadah. Kita tidak tahu apa tujuan Abdul Malik membangun bangunan ini, banyak yang berpikir bahwa bangunan itu adalah lambang kesuksesan dan kemewahan sang khalifah itu sendiri.

Setelah selesai dibangun, Kubah Batu memiliki daya tarik yang luar biasa bagi umat Muslim dan umat non-muslim. Kubahnya yang berwarna emas berkilau saat diterpa sinar matahari dengan mudah ditemukan ditengah-tengah kota Yerusalem. Dome of Rock bisa disejajarkan dengan kuil yang dibangun Sulaiman dan Herod sebagai salah satu bangunan sakral paling sukses yang pernah dibangun, dan pada abad ke 21 Dome of Rock telah menjadi simbol kewisataan sekular tertinggi, tempat suci dari kebangkitan kembali Islam dan lambang nasionalisme Palestina.

masjid
Kompleks Masjidil Aqsa atau Al-Haram Asy-Syarif

Seiring dengan perkembangan zaman, daya tarik Dome of Rock lebih besar dari Masjidil Aqsa itu sendiri sehingga banyak yang salah mengira banguna Masjidil Aqsa adalah Kubah Batu itu sendiri. Kedua bangunan itu memang berada dalam satu kompleks tapi tetapi keduanya memiliki fungsi, arti, dan sejarah yang berbeda. Pengalihan citra tentang Masjidil Aqsa adalah Dome of Rock bisa jadi adalah salah satu konspirasi Yahudi agar para umat Islam di dunia salah mengenal bangunan suci mereka sendiri. Waallhu a’lam, hanya Allah yang tahu.

Sumber Referensi:

  • Jerusalem: The Biography oleh Sion Sebag Montefore. Edisi bahasa Indonesia diterbitkan oleh Penerbit Alvabet tahun 2012.
  • wikipedia.org
  • gambar diambil dari berbagai sumber.