Arsip Kategori: Tak Berkategori

10 Alasan Mengapa Buaya Layak Disebut MONSTER

Siapa yang tak kenal dengan buaya. Salah satu hewan purba yang masih ada sampai sekarang. Fisiknya yang sangat mengerikan dan perilakunya yang garang membuat hanya dengan melihatnya saja bisa membuat bulu kudu merinding. Menurut saya, buaya sangat layak disebut sebagai monster. Berikut ini adalah beberapa alasan mengapa buaya layak disebut monster yang mengerikan:

BUAYA2

  1. Buaya adalah salah satu hewan purba yang masih ada sampai sekarang

Buaya merupakan salah satu hewan purba yang masih ada sampai sekarang. Dilansir dari BBC News, fosil buaya terbesar yang ditemukan sebesar bus besar ditemukan di Tunisia. Pada zaman purba, buaya disebut sebagai raja kadal tempur.

BUAYA

  1. Buaya adalah hewan yang besar

Seekor monster pastilah harus memiliki ukuran yang besar. Buaya memiliki ukuran yang besar, massa buaya muara bisa mencapai 400 – 1000kg, buaya nil 220 – 550 kg, buaya amerika 400 – 500 kg, dan buaya rawa 40 – 200 kg. bayangin saja, buaya dengan berat 40 kg aja ukurannya pasti sudah sangat besar dan mengerikan, apalagi yang beratnya 1000 kg!!!

  1. Buaya bisa hidup di air tawar, air asin dan air payau.

Berbeda dengan hewan air lainnya seperti ikan, hiu, dan lain-lain yang hanya bisa hidup di air tertentu saja, buaya bisa hidup disemua jenis air. Memang beberapa jenis buaya seperti alligator, caiman dan gaviar hanya bisa hidup di jenis air tertentu, tapi buaya sejati bisa menolerir air asin dan air payau.

  1. Buaya memiliki rahang yang sangat kuat

Buaya dapat menggigit mangsanya dengan kekuatan yang luar biasa, kekuatannya bisa mencapai 5.000 psi (pounds per square inch, setara dengan 315 kg/cm2) sangat jauh dibandingkan dengan kekuatan gigitan anjing rottweiler yang hanya 335 psi atau hiu yang berkisar 400 psi.

  1. Buaya memiliki Dermal Pressure Reseptor (DPR) diseluruh permukaan tubuhnya .

Dermal Pressure Reseptor (DPR) merupakan lubang hitam kecil yang berfungsi sebagai sensor perubahan tekanan air disekitarnya, sehingga buaya dapat mengetahui apa pergerakan mangsa disekitarnya.

  1. Buaya merupakan hewan berdarah panas

Hewan berdarah panas memiliki reseptor otak untuk mengatur suhu tubuh ditubuh, artinya mereka memiliki suhu tubuh lebih stabil, dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar dan memiliki kemampuan untuk mengeluarkan panas dari dalam tubuhnya dengan cara berkeringat atau kalau buaya dengan membuka mulutnya lebar-lebar agar panas dalam tubuh keluar.

  1. Buaya bisa beraksi di dua alam, yaitu di darat dan di air

Buaya merupakan hewan akuatik, kemampuannya dalam menangkap mangsa didalam dan dipermukaan air tidak diragukan lagi, dan buaya juga sangat lincah saat mengejar mangsa didarat. Kecepatan lari buaya muara bisa mencapai 24 – 29 km, sedangkan buaya nil mencapai 30 – 35 km. Saya tidak yakin kalau manusia dikejar buaya bisa lolos dengan mudah, tetapi gak melulu buaya lari kok kalo mengejar mangsanya, buaya dengan berat ratusan kilo pasti malas lari kalau mangsanya sudah terlanjur jauh (sepertinya begitu sih J)

  1. Lama hidup buaya sangat panjang, bisa mencapai 70 – 100 tahun

Buaya muara bisa hidup selama 70 tahun sedangkan usia buaya nil bisa mencapai 100 tahun.

  1. Perkembangbiakan buaya, produksi telurnya sangat banyak

Sekali bertelur, buaya bisa menghasilkan banyak telur. Jumlah telur yang dihasilkan bisa mencapai 80 biji dalam sekali bertelur. Tetapi tentu saja, tidak semua telur dapat selamat sampai tumbuh dewasa.

  1. Buaya bisa memanjat pohon

Walaupun masih jarang penelitian yang mengulas tentang perilaku buaya yang satu ini. Dikutip dari liputan6.com memang sudah menjadi rahasia umum bahwa buaya purba sangat lihai dalam memanjat, sedangkan buaya modern memanjat untuk mencari tempat yang paling enak untuk berjemur.

buaya3

Dari alasan-alasan diatas, buaya sangat layak mendapat predikat monster air dangkal dan daratan. Jadi jangan coba-coba bermain-main dengan buaya ya, apalagi saat buaya sedang bertelur, karena buaya adalah makhluk paling bringas yang saat ini masih ada.

Referensi: Dari berbagai sumber

10 Negara yang Dikunjungi Eric Weiner untuk Mencari Penduduk Negara Manakah yang Paling Bahagia dalam Bukunya: The Geography of BLISS (bag. I)

Perjalanan itu bersifat pribadi. Kalaupun aku berjalan bersamamu, perjalananmu bukanlah perjalananku. –Paul Theroux

Eric Weiner, dalam bukunya yang berjudul The Geography of BLISS menceritakan bahwa dia telah mengunjungi berbagai di dunia selama setahun hanya untuk mencari penduduk negara manakah yang paling bahagia. Keinginan yang terbit saat dia masih kecil dengan sahabatnya yang bernama Drew akhirnya terwujud saat dia menjadi jurnalis. Dia mengamati bagaimana kehidupan orang-orang yang tinggal negara-negara berpenduduk bahagia (menurutnya) dan juga Negara-negara yang terkenal dengan kekacauanya, atau negara yang kondisinya diragukan untuk membuat penduduknya bahagia.

bliss
Buku yang ditulis oleh Eric Weiner yang berjudul “The Geography of BLISS”

Mungkin jika tinggal di negara yang kaya seperti Uni Emirat Arab dapat membuat penduduknya bahagia, atau mungkin kebahagiaan adalah milik penduduk negara yang sangat demokratis. Apakah penduduk yang tinggal di negara yang jauh dari era globalisasi tidak bahagia? Itu beberapa pertanyaan yang sering munul dibenak sang penulis.

Sang penulis menceritakan berbagai pengalaman saat mengunjungi 10 negara di berbagai belahan dunia dan menarik kesimpulan tentangnya dalam bukunya “The Geography of BLISS” ini. Berikut 4 dari 10 negara yang telah dikunjungi dan disurvei kebahagiaan penduduknya oleh Eric Weiner (6 negara lainnya akan diposting pada bagian II) :

  1. Belanda: Kebahagiaan Adalah Angka

Di Negara ini, sang penulis mengunjungi seorang professor yang telah lama melakukan penelitian tentang kebahagian yang bernama Ruut Veenhoven. Dari sinilah sang penulis meminta data-data penelitian yang terdiri dari delapan ribuan penelitian dan makalah riset dan data-data tersebut menjadi bekal Eric untuk menentukan Negara mana yang akan dikunjungi.

Penduduk Belanda adalah orang-orang yang bahagia menurut penelitian tersebut. Mereka sangat toleran terhadap segala sesuatu bahkan ketidak-toleransian. Toleransi menimbulkan kebebasan tentu saja. Saking bebasnya, sang penulis dapat menemukan kafe ganja di Belanda dengan mudah. Mungkin toleransi dan kebebasan adalah sumber kebahagiaan penduduk Belanda, tapi sangat toleran bisa dengan mudah bergeser pada ketidakpedulian, dan itu sama sekali tidak menyenangkan, yak an?

  1. Swiss: Kebahagiaan Adalah Kebosanan

Sang penulis mengunjungi Jenewa saat di Swiss. Banyak orang yang beranggapan Jenewa adalah tempat yang bagus untuk tinggal, tetapi orang-orang tak ingin mengunjunginya, kenapa? Karena tempat ini sangat membosankan, begitulah menurut pendapat orang-orang.

Benarkah membosankan? Sang penulis mencoba mencari tahu bagaimana Jenewa bisa sangat membosankan. Orang-orang Swiss sangat tertata, mungkin seperti para prajurit Swiss pada umumnya. Mereka tak suka bercanda, teratur , bahkan tak ada lubang sama sekali dijalanan Swiss. Karena mereka sangat serius, orang Swiss bisa dikatakan sebagai penduduk yang kurang bahagia. Orang Swiss akan tertawa ketika mereka mendengar bahwa orang Swiss adalah penduduk yang bahagia, mereka tidak berpikir begitu. Orang Swiss sangat membosankan bagi sang penulis, tapi tentu saja mereka menganggap bahwa kebosanan adalah kebahagiaan.

  1. Bhutan: Kebahagiaan Adalah Kebijakan

Bhutan adalah tempat yang baik. Disini, angka 13 adalah angka kemujuran. Orang-orang disini terkenal bijak, suka berdoa dan selalu kelihatan bahagia. Merokok dilarang di Bhutan, penjualan tembakau apalagi. Rahib lebih banyak daripada tentara, bahkan angkatan bersenjata mereka memproduksi sebagian besar minuman keras di negara tersebut. Mungkin mereka berpikir lebih damai jika penduduknya membuat minuman keras daripada berperang.

Bhutan adalah negara melawan kecerendungan di sebagian besar negara berkembang yang menampakkan kemegahan diluar tetapi biasa saja didalam. Disini, bangunan-bangunan tampak biasa saja dibagian luar, tapi kamu akan terkejut ketika mengetahui betapa megahnya didalam saat kamu memasukinya.

Selama disana, sang penulis belajar banyak hal tentang ketenangan, sang penulis menyimpulkan bahwa orang-orang Bhutan memang bahagia!!

  1. Qatar: Kebahagiaan Adalah Menang Lotre

Qatar adalah Negara yang kaya. Sumber kebahagiaan penduduk Qatar adalah uang. Penulis menemukan hampir seluruh penduduk Qatar kaya raya, kecuali yang bukan orang Qatar tentu saja.

Qatar hampir tidak memiliki sejarah, diceritakan bahwa penduduk Qatar menemukan lading minyak bumi di Negara mereka dan BUMM!! Dalam sekejap mereka menjadi penduduk terkaya, gedung-gedung megah segera dibangun. Hampir semua yang termewah dan termegah ada di Qatar.

Penduduk Qatarsuka sekali bersantai di kafe, suka memacu mobil mereka dengan kecepatan yang sangat tinggi (ugal-ugalan dijalan) dan selalu membawa ‘bolpoin mewah’ disaku mereka.

Uang adalah salah sat sumber kebahagiaan, penduduk Qatar merasa bahagia dengan berlimpahnya uang dinegara mereka. Tapi sangat disayangkan mereka hampir tak punya sejarah. Apakah tidak memiiki sejarah dapat membuat mereka tidak bahagia? Bisa saja.

Hal-hal diatas adalah sebagian kecil dari petualangan sang penulis. Masih ada 6 negara lagi yang dikunjungi Eric Weiner yang belum saya tulis disini (akan saya tulis pada bagian II). Jika ingin tahu lebih lengkap, silahkan membaca bukunya. Berikut detail bukunya:

Judul     : The Geography of BLISS: Kisah Seorang Penggerutu yang berkeliling Dunia Mencari Negara Paling Membahagiakan

Penulis : Eric Weiner

Penerbit: Qanita, Mizan Pustaka Grup (versi Bahasa Indonesia)

Tahun   : 2014

Isi            : 532 halaman

ISBN      : 979-602-1637-22-7

 

Resensi ALAMUT: tidak ada yang benar, semuanya diperbolehkan

Tidak ada yang benar, semuanya diperbolehkan

Alamut merupakan novel yang menginspirasi video game Assassin Creed, ditulis oleh Vladimir Bartol pada tahun 1938. Alamut bercerita tentang seorang pemimpin sekte Ismailiyah saat sedang berjaya yaitu Hassan ibn Sabah. Ismailiyah merupakan salah satu aliran Syiah. Dalam perjalanannya, Hassan melakukan intrik-intrik tertentu untuk mempertahankan kesetiaan para muridnya dan repotasinya sebagai Panglima Tertinggi Ismailiyah, dan membuat Ismailiyah dikenal oleh masyarakat.

alamut_cover

Hassan ibn Sabah, Sang Orang Tua dari Gunung

Hassan ibn Sabah adalah Panglima tertinggi Alamut yang memiliki mimpi untuk membawa Ismailiyah mencapai puncak kejayaan. Hassan melatih para pemuda belia untuk menjadi Fedayeen, prajurit yang disumpah akan setia pada Alamut dan Ismailiyah sampai mati. Tidak hanya itu saja, Hassan bahkan membangun surga fiktif dibelakang benteng Alamut yang diperuntukan untuk para Fedayeen agar mereka percaya sang Panglima benar-benar seorang Nabi dan pemegang kunci surga. Hal ini berhasil membuat para Fedayeen kecanduan dan rela mati demi Hassan karena mereka percaya mereka akan masuk surga jika mereka taat pada perintah Hassan.

Rencana Hassan tak sebatas hanya itu. Hassan yang dikenal sebagai orang yang cerdik dan ahli taktik perang berusaha membuat para prajurit dan kaum Alamut berkesan dengan apa yang dilakukannya dan memerintahkan Fedayeen untuk membunuh para musuh Alamut Ismailiyah.

Avani, cucu Tahir

Novel ini mengambil sudut pandang dari beberapa tokoh selain Hassan. Kisah Avani bermula saat dia datang ke Alamut untuk menjadi dilatih menjadi Fedayeen karena permintaan sang kakek. Avani tak mengetahui fakta apapun tentang Alamut dan Ismailiyah. Dia adalah seorang pemuda yang masih belia dan sangat lugu. Ajaran-ajaran sekte memang membuat dia bingung pada awalnya, tetapi dengan cepat dia menyesuaikan diri. Avani bahkan menjadi salah satu daru tiga murid yang terpilih untuk dikirim ke surga ciptaan Hassan. Karena keluguan Avani dan teman-teman, mereka percaya bahwa mereka berada di surga. Mereka menjadi kecanduan ganja yang diberikan sesaat sebelum mereka memasuki surga, minuman keras dan wanita. Hal itulah yang membuat mereka rela mati dan melakukan apapun agar mereka bisa kembali ke surga. Hassan yang memang telah merencanakan hal ini tidak tinggal diam, segera dia menyuruh Avani untuk membunuh musuh besarnya, Nizam Al Mulk.

Avani yang sudah kecanduan ingin ke surga segera melaksanakan perintah sang Panglima, dan dia berhasil. Tetapi, aksinya diketahui oleh Nizam Al Mulk. Sesaat sebelum meninggal, Nizam memberitahu Avani bahwa dia telah dibohongi oleh Hassan. Avani sadar dan berjanji akan melenyapkan Hassan demi menebus kesalahannya telah membunuh orang yang tidak bersalah.

Avani pergi menemui Hassan, tetapi bukan Hassan namanya kalau tidak membolak balikan pemikiran Avani yang masih labil dan lugu dengan berbagai teorinya. Avani mulai terguncang, dan akhirnya Hassan lah yang menang.

Kesimpulan:

Mungkin bagi penggemar sejarah dan penasaran dengan kisah Assassin, buku ini menyenangkan untuk dibaca dan dijadikan referensi, tetapi agak sedikit membingungkan untuk orang awam. Setting cerita berlatar Persia pada abad abad ke-11 memang tidak familiar. Tetapi secara keseluruhan, sang penulis berhasil menulis cerita yang lumayan rumit ini dengan baik dan bahasanya mudah dimengerti walaupun menurut hemat saya, akhir dari novel ini sangat menggantung.

Catatan Kecil:

Penulis mengembangkan cerita tentang Hassan ibn Sabah ini berdasarkan cerita sejarah tetang sekte Ismailiyah yang berdiam di lembah Alamut yang kemudian terkenal sebagai kelompok pembunuh atau Assassin. Bahkan, nama-nama tokoh yang ada di novel sama persis dengan nama-nama tokoh sejarah Ismailiyah pada masa itu. Kelompok Assassin ini merupakan Fedayeen yang membunuh siapa saja yang diperintahkan oleh Hassan dan tidak peduli latar belakang korban mereka, untuk itulah mereka kemudian lebih dikenal sebagai pembunuh bayaran. Mereka membunuh orang-orang yang dianggap mengganggu dan merugikan mereka. Bahkan pahlawan Islam penakluk Jerusalem, Saladin diperkirakan juga dibunuh oleh kaum Assassin ini.

Sumber:

  • Alamut: Tidak Ada yang Benar, Semuanya Diperbolehkan, oleh Vladimir Bartol tahun 1938, versi terjemahan diterbitkan oleh Matahari tahun 2014.
  • Assassin: Kaum Pembunuh di Lembah Alamut, ditulis oleh Berbard Lewis, versi terjemahan diterbitkan oleh Haura Pustaka tahun 2009.

Assassin: Kaum Pembunuh di Lembah Alamut, ditulis oleh Berbard Lewis, versi terjemahan diterbitkan oleh Haura Pustaka tahun 2009.