Arsip Tag: revolusi Turki

Revolusi yang Dilakukan Mustafa Kemal Ataturk untuk menghapus kekhalifahan Turki Usmani dan Budaya-Budaya Keislamannya

Revolusi yang terjadi di Turki diawali dengan adanya beberapa gerakan yang menuntut Turki menjadi sebuah Negara Replublik. Pada saat itu, Kerajaan Turki Usmani memang sangat lemah, ketidakberdayaan sang raja dalam mengontrol masalah-masalah yang ada ditambah dengan ketidakpedulian raja terhadap urusan kerajaannya menimbulkan sebagian rakyat memilih membelot dan mendirikan gerakan-gerakan melawan pemerintahan.

Capture
Sabg Revolusioner Turki, Mustafa Kemal Attaturk

Jadi revolusioner Turki yang bernama Mustafa Kemal Ataturk lah yang menjadi presiden pertama di Turki. Dia memang sejak awal ingin mengubah Turki menjadi negara replubik. Setelah berhasil merebut tapuk pemerintahan Turki, Kemal melakukan reformasi lebh luas yang didesain untuk mengalihkan Turki dari cara-cara Islamnya dan lebih mendekati dunia Barat. Kemal langsung mengasingkan raja terakhir Turki Usmani, Abdul Mecit ke Paris hingga dia meninggal disana pada tanggal 23 Agustus 1944.

Hal-hal yang dilakukan Kemal untuk menghapus kekhalifahan Turki:

  1. Memindahkan pusat pemerintahan Turki ke tempat yang jauh dari Istanbul, yaitu Ankara

Istanbul merupakan ibukota beberapa kerajaan tua di Bosborus, berkaitan erat dengan sejarah dua kekaisaran yang sudah jatuh. Memindahkan pusat pemerintahan ke Ankara menjadi pemutus segala ikatan dengan masa lalu.

  1. Membuat Undang – Undang Anti Teokratis yang dikeluarkan Majlis Nasional Agung pada 20 April 1924 yang isinya:
  • Penghapusan kantor Seyhulislam dan Kementrian Syariat.
  • Penutupan sekolah-sekolah agama, maktab, dan madrasah Islam.
  • Melarang masyarakat mempraktikan aliran dervish di Turki
  • Menutup tekke dan melarang mereka mempraktikan ritual mistis mereka meskipun banyak diantara mereka yang tetap melakukannya diam-diam saat ini
  1. Melarang kalender bulan Islam Hijriyah digunakan, diganti dengan kalender Gregorian dan melarang pemakaian fez dan pakaian tradisional Turki Usmani lainnya digunakan (Undang-Undang November 1925).

Saat Turki Usmani masih berjaya, budaya Islam sangat melekat pada kehidupan masyarakatnya, mulai dari abjad / tulisan, penanggalan, dan lain-lain. Hari jum’at ditetapkan sebagai hari libur nasional dan pada bulan Ramadhan para keluarga kerajaan berlomba-lomba untuk membagi-bagikan infaq dan sedekah. Perayaan besar-besaran juga dilakukan saat khitanan para pangeran, penanggalan Hijriah sudah digunakan sejak Turki Usmani memindahkan ibukotanya ke Istanbul, tetapi saat revolusi terjadi, Mustafa Kemal langsung mengganti sistem penanggalan dari Hijriah ke Masehi tanpa kompromi.

  1. Pada tanggal 17 Februari 1926, majelis mengadopsi hokum perdata Swiss untuk menggantikan system kerajaan Turki Usmani lama yang sudah dijalankan sejak pemerintahan Suleyman yang Agung (1520-1566 M).

Saat berkuasa, Raja Sulayman yang Agung membuat hukum-hukum yang bertujuan menata sistem pemerintahan Turki Usmani dan melindungi hak-hak masyakatnya sehingga para penduduk bisa hidup damai dan makmur. Kebijakan-kebijakan yang dibuatpun sangat memperhatikan rakyat kcil, bahkan Raja Suleyman mengangkat Hakim Agung untuk menyelesaikan konflik-konflik antar masyarakat. Tidak hanya itu, sang Raja juga mengangkat beberapa orang untuk memantau harga-harga barang di pasar agar para pedagang tidak mematok harga yang terlalu tinggi pada pembeli.

Hukum-hukum yang dibuat Raja Suleyman sangat merakyat itu kemudian dirubah total oleh sang Revolusioner dengan Hukum perdata Swiss yang jauh dari kata “Islam”, huku Islam tidak berlaku di Turki mulai saat itu

  1. Menetapkan abjad Latin menggantikan huruf Arab yang sebelumnya telah lama digunakan dalam keseharian rakyat Turki. (Undang-Undang tanggal 9 Agustus 1928 M)

Kerajaan Turki Usmani menggunakan abjad arab lebih dari 300 tahun, pergantian yang mendadak dan terkesan sangat kebarat-baratan ini memang sebenarnya sudah lama direncanakan oleh Mustafa Kemal sehingga menimbulkan reaksi keras dari beberapa orang yang tidak setuju budaya Islam hilang dari bumi Turki.

  1. Wanita diberi hak untuk memilih dan dipilih untuk pertamakalinya pada Desember 1934 M.

Sejak zaman dahulu, para wanita Istanbul tidak diperbolehkan untuk menduduki kursi majlis ataupun menjadi mentri, saat pertama kali wanita diperbolehkan untuk dipilih pada tahun 1935, 17 wanita terpilih untuk menduduki kursi majlis.

  1. Hari minggu menjadi hari libur mingguan resmi menggantikan hari Jumat pada tahun 1935 M.

Mustafa Kemal meninggal tahun 1938 karena terserang penyakit. Walau dia sudah meninggal, tapi revolusi yang dibuatnya berefek besar pada kehidupan rakyat Turki yang kebarat-baratan hingga sekarang.

Walaupun setelah itu ada beberapa pejabat pemerintah dan tokoh masyarakat yang berusaha mengembalikan budaya Islam di masyarakat Turki,  tapi perubahan yang sangat besar saat revolusi terjadi memang sulit sekali di kembalikan seperti sedia kala lagi.

SUMBER REFERENSI:

Freely, John. 2012. ISTANBUL: Kota Kekaisaran. Jakarta: Penerbit Alvabet